Negeri Sejuta Senja

“Setiap hari ada senja, tapi tidak setiap senja adalah senja keemasan, dan setiap senja keemasan itu tidaklah selalu sama….

Aku selalu membayangkan ada sebuah Negeri Senja, di mana langit selalu merah keemas-emasan dan setiap orang di negeri itu lalu lalang dalam siluet. 

Dalam bayanganku Negeri Senja itu tak pernah mengalami malam, tak pernah mengalami pagi, dan tak pernah mengalami siang. 

Senja adalah abadi di Negeri Senja, matahari selalu dalam keadaan merah membara dan siap terbenam tapi tak pernah terbenam, sehingga seluruh dinding gedung, tembok gang, dan kaca-kaca jendela berkilat selalu kemerah-merahan. 

Orang-orang bisa terus-menerus berada di pantai selama-lamanya, dan orang-orang bisa terus-menerus minum kopi sambil memandang langit semburat yang keemas-emasan. 

Kebahagiaan terus-menerus bertebaran di Negeri Senja seolah-olah tidak akan pernah berubah lagi…”

Petikan buku Jazz, Parfum, dan Insiden (Trilogi Insiden) karya Seno Gumira Ajidarma.

 

 

To be continued…

 

Advertisements

5 thoughts on “Negeri Sejuta Senja

Comments are closed.