Bingungnya jadi Turis Asing Rasa Lokal

yah beginilah nasib orang yg takut jadi item

Cerita ini bermula dari perjalanan kami dari daerah Patong menuju Prompthep Cape. Dengan motor sewaan seharga 150THB, aku dan seorang teman cewek menempuh jarak sekitar 15 km ke lokasi tujuan. Di tengah perjalanan kami berhenti sebentar untuk mengisi gasoline alias bensin. Satu liter 30THB. Saat mengisi itulah, di belakang kami antri pengendara lain yang juga ingin membeli bensin. Seorang bule pria dan teman wanitanya.

Teman saya yang dari tadi diam tiba-tiba tersenyum-senyum, dan akhirnya tertawa. Saya bingung apa yang ditertawakannya. Dia memberi tanda agar saya melihat ke arah pasangan bule tersebut. Awalnya saya tak paham, namun setelah saya amati beberapa saat, hehehe… Saya sadar juga apa yang membuatnya tertawa.

Ternyata ini berkaitan dengan pakaian yang saya kenakan saat itu. Saya memakai jaket plus penutup kepala dan celana jeans, kostum yang biasa saya pakai saat motoran. Si bule cowok, bertelanjang dada dengan memakai celana pendek sementara bule cewek mengenakan kaus tanpa lengan dan celana pendek juga.

yg ndak bener tuh bulenya. naik motor ndak pakai baju. ntar masuk angin  pak..

Bagi teman saya, hal itu sudah bisa memicunya tertawa jahil. Katanya: “Ya inilah bedanya turis asing beneran (bule maksudnya) dengan turis asing dari Solo.. Yang satu pingin item, yang satunya sangat ndak mau item.” Hehehe tau aja dia… Pembelaan saya saat itu: “Lha mau gimana, sudah jadi kebiasaan saya kan naik motor jaketan? Lagipula saya memang ndak ingin jadi iteman setelah dari sini.. wkakakwk

Urusan beli bensin selesai, kami pun melanjutkan perjalanan. Tapi setelah itu saya menjadi tidak nyaman. Dalam perjalanan ketika berpapasan dengan pengendara lain, saya mulai mengamati pakaian yang mereka pakai. Ternyata, tak satu pun yang mengenakan jaket seperti saya, termasuk para penduduk lokal! wkakawkw saya jadi malu sendiri. Apalagi, mereka (sepertinya) melihat saya dengan pandangan aneh. Mungkin yang ada di pikiran mereka, di pantai kok pakai jaket? Panas euy! 🙂 Tampaknya kostum saya kurang pas untuk dipakai di daerah pantai yang penuh dengan turis bule seperti di kawasan Patong ini.

Kebingungan lantas saya rasakan (lebai). Memilih antara melepas jaket dan hanya mengenakan kaus agar bisa lebih ‘in’ di negara orang ataukah tetap menjadi diri sendiri alias berjaket ria? Sebenarnya ini bukan masalah penting ‘kan? Tapi tetap saja hal ini menarik bagiku. Jika dipikir-pikir di negara kita para wisatawan domestiknya juga banyak yang berkostum seperti bule-bule itu. Lah namanya juga di pantai. Aktivitas di pantai cocoknya emang berkostum serba ‘minim’. Tidak seperti yang saya kenakan ini xixixi..

pemandangan kontras; satu niat ‘melaut’, yg satunya niatnya jalan-jalan ke pasar

Akhirnya, dengan pede saya tetap mengenakan jaket. Ah biarin aja aneh diliatnya. Lha di pantai dekat rumah saja saya juga jaketan, masak hanya karena pindah pantai (ke luar negeri) lantas ikut-ikutan berkostum seperti turis-turis bule itu? Hmm ndaklah.., Just be myself aja 🙂

Advertisements