Calling Romeo

covernya bagus :)

covernya bagus 🙂

“Aku iba padamu, Juliet. Kau tidak tahu apa itu cinta. kau tidak tahu sama sekali,” teriak Will, suaranya menggema keras di dinding bata. “Kau mengira cinta hanya tentang hari valentine dan akhir pekan di Italia. Kau mengira itu hanya minum sampanye di restoran mewah dan dibelikan pakaian dalam mahal tolol.” Mata Will bengkak karena menangis dan bersusah payah mengendalikan diri agar tidak hancur berantakan. “Tapi itu hanya pelengkap. Itu hanya ungkapan.”

Will berhenti dan menarik napas dalam-dalam beberapa kali, berusaha menenangkan diri. Saat dia berbicara lagi, suaranya lebih tenang. “Tanpa rasa percaya, hormat, dan kebaikan, tidak ada artinya.” Will menyibak rambutnya dengan kasar dan menatap Juliet tajam. “Kukira cinta adalah menyanyangi seseorang hari demi hari, berada bersamanya saat keadaan luar biasa menyenangkan, dan tetap ingin bersama saat keadaan sungguh payah, kukira cinta berarti selamanya.”

Cuplikan tulisan di atas ada di halaman 454 chickLit Calling Romeo (Mencari Romeo). Saat itu Will baru saja mengetahui ketidaksetiaan kekasihnya, Juliet. Will meledak dalam amarah, terguncang, dan terluka… Mereka sudah bersama sejak dua setengah tahun dan bahkan sudah tinggal bersama selama 18 bulan.

Juliet Morris, sebenarnya tipe wanita setia. Tapi hubungannya dengan Will mulai berjalan tak lancar dan tak sesuai keinginannya. Juliet mulai dilanda kebosanan, merasa hambar, dan mulai meragukan cintanya pada Will. Juliet merasa Will sudah tak memperlakukannya dengan baik, meski Will juga tak memperlakukannya dengan buruk, tapi Juliet menginginkan Will bersikap sama seperti saat awal-awal mereka pacaran. Will yang romantis, selalu penuh perhatian, selalu memujinya… Semua itu tak lagi dirasakan Juliet seiring kebersamaan mereka. Juliet mulai merasa Will hanya sebagai rekan yang tinggal dalam satu atap bersamanya.

Will, pria yang berkecimpung di dunia arsitektur memang pria yang kurang romantis. Sering lupa berat pada hal-hal yang menurut Juliet penting, seperti melupakan janji makan malam romantis saat Hari Valentine. Karena kesibukannya, Will juga semakin jarang mengajak Juliet makan malam di luar dan liburan saat akhir pekan. Padahal meski sibuk setengah mati, Will tak terlalu kaya. Will bahkan malas membantu Juliet membersihkan rumah, membelikan kado Juliet, bahkan memuji penampilannya. Selama berpacaran dengan Juliet, Will juga tak pernah membicarakan tentang pernikahan.

Disaat Juliet dilanda kebosanan akut itu, muncullah Roberto Alexander Thatcher Skyes. Juliet menganggap Skyes pria yang sangat menarik. Semua yang diharapkannya dari seorang pria, yang tidak didapatkannya dari Will, ada pada Skyes. Skyes kaya raya, pekerjaannya bagus, tampan, seksi, selalu memuji Juliet dan pandai menyenangkan hati Juliet. Membuat Juliet merasa diperhatikan, sesuatu yang sudah terasa lama tak dirasakannya sejak bersama Will.

Juliet tak tahan terhadap godaan itu dan memutuskan untuk tidak setia. Juliet mulai menjalin hubungan dengan Skyes tanpa sepengetahuan Will. Bahkan Juliet menerima tawaran Skyes untuk berakhir pekan bersama di Verona, Italia, dan berbohong pada Will.

Semuanya terasa indah bagi Juliet. Skyes benar-benar pria yang sempurna, seperti pria idamannya. Sampai saat Skyes menunjukan sifat aslinya. Juliet lantas seperti terbangun dari mimpi. Kembali pada kenyataan dan menyadari, seperti apapun Will, ternyata Will-lah pria yang paling cocok untuknya. Will adalah pria yang benar-benar dicintainya.

Lebih dari dua setengah tahun saling mengenal, menemukan kebiasaan masing-masing, membangun kenangan, berbagi pengalaman. Hampir seribu hari menertawakan lelucon konyol, mabuk, bercinta, bertengkar, dan berbaikan. Menyadari betapa mereka saling menyukai, betapa mereka saling mencintai. Menjadi sahabat karib, kekasih, pasangan, Juliet dan Will.

Disaat bersamaan, Will juga berinstrospeksi bahwa sifat-sifatnya akhir-akhir ini membuat Juliet semakin jauh darinya. Will memutuskan untuk berubah menjadi lebih baik demi menyelamatkan hubungan mereka. Will bahkan melamar Juliet. Sampai akhirnya Will mengetahui Juliet mengkhianatinya dengan pria lain. Apakah Will bersedia memaafkan Juliet?

Well, cerita chicklit karya Alexandra Potter ini memang mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Tak hanya bagi pasangan kekasih, tapi juga bagi mereka yang sudah menikah alias suami istri. Jika kejenuhan sudah mulai melanda dalam hubungan, godaan sekecil apapun bisa menjadi masalah besar. Waspada aja kali ya jika tanda-tanda kebosanan sudah mulai terlihat? he he he

Chickit ini juga terasa berbeda terutama dalam gaya penulisannya. Selain Juliet dan Will, ada beberapa tokoh lain seperti Trudy, Violet, Rolf dan Amber, yang diceritakan dari sudut pandang mereka masing-masing. Jadi ketika membaca chickLit ini kita seakan membaca kisah beberapa orang sekaligus.

Judul Indonesia: Mencari Romeo
Pengarang: Alexandra Potter
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 517 lembar
Cetakan pertama, Juli 2006

Advertisements