Playing James

Chicklit Playing James dibuka dengan cerita kecelakaan ‘heboh’ yang dialami Lizzie. Kecelakaan aneh yang mau tak mau mengundang senyum dan membikin dahi berkerut, bagaimana hal itu bisa terjadi? 🙂 Lizzie adalah sahabat sejak kecil dari tokoh utama wanita di chicklit ini, Holly Colshannon.

Holly adalah seorang wartawati di harian lokal, Bristol Gazette. Pada awal karirnya sebagai wartawati Holly ditempatkan di desk olahraga, namun karena buta seluk beluk olahraga akhirnya ia dipindah untuk meliput berita mengenai kematian dan pemakaman hewan-hewan peliharaan (guubrakk).

Di saat merasa karirnya mentok, Holly mendapat kesempatan tak terduga. Holly diplot menjadi wartawan kriminal menggantikan posisi Pete yang hijrah ke Daily Mail. Merasa ini adalah tiketnya menuju karir lebih baik, Holly menerima tugas yang diberikan Joe alias Joseph Hessman, editornya.

Tak mudah bagi Holly menjadi wartawan kriminal. Beruntung dia berkenalan dengan Robin, kepala humas di kantor kepolisian. Robin yang baru saja menjabat sebagai kepala humas mempunyai ide cemerlang yang menurutnya akan sama-sama menguntungkan bagi dirinya juga Holly. Idenya, Holly akan membuntuti seorang detektif yang sedang bertugas selama enam minggu. Hasil pembuntutan itu (kata yang aneh) harus ditulis Holly dalam sebuah catatan harian yang akan dimuat di Bristol Gazette setiap hari selama enam minggu tersebut.

Semuanya oke, hanya saja masalah muncul saat detektif yang harus dibuntuti Holly, James Sabine, ternyata orang yang secara pribadi tak menyukai wartawan, apalagi harus terus menerus dikutit saat bertugas baik di kantor maupun di lapangan.

Cerita lantas mengalir pada bagian-bagian dimana pada awalnya Holly sangat kerepotan menjalankan tugas barunya membuntuti sang detektif, apalagi dirinya punya masalah ketidakseimbangan fungsi tubuh yang membuatnya sering banget mendapat kecelakaan-kecelakaan yang justru merepotkan James. Tak heran keduanya sering kali tak akur.

Selain profesinya sebagai wartawan, dalam kehidupan pribadinya Holly memiliki kekasih seorang pemain rugby ternama bernama Ben. Hubungan mereka sudah berlangsung sekitar satu tahun. Holly sangat mencintai Ben karena kekasihnya tersebut merupakan pria idaman cewek-cewek di kotanya. Tapi benarkah Holly mencintai Ben?

Artikel catatan harian Holly di surat kabarnya ternyata mendapat perhatian masyarakat luas. Melalui tulisannya, para pembaca mendapat kesan Holly naksir James. Toh pada akhirnya Holly memang jatuh cinta pada James yang tak kalah ganteng dari Ben. Padahal, James berstatus tunangan Fleur dan tak lama lagi mereka akan menikah..

Well, saya suka chicklit yang satu ini. Dibanding chicklit terakhir yang saya baca, The Guy Next Door, Playing James yang dialihbahasakan menjadi Pura-Pura Jadi Detektif ini ceritanya lebih ‘hidup’ dan jauh lebih lucu meski sama-sama berlatarbelakang profesi wartawan, kasus kriminal, persaingan media, dan tentu saja percintaan. Begitu membaca Playing James saya langsung tenggelam dalam ceritanya, susah berhenti he he..

Tokoh Holly ini menurut saya sangat lucu, justru pas dengan James yang terkesan dingin namun kalem. Ditambah tokoh-tokoh lain seperti Lizzie dan Alastair, orang tua Holly yang gaul dan kocak, Callum (rekan James di Kepolisian yang ceria), Vince (fotografer Bristol Gazette yang gay nan eksentrik), membuat cerita Playing James terkesan tak monoton. Saya suka sekali dengan endingnya terutama dengan kalimat: “Seberkas sinar terang tiba-tiba mengejutkan kami dan membuat kami tersentak. Vince, yang bersenjatakan kamera dan tampak berbahaya, sedang menyeringai lebar di balik jendela. Tadi itu berita eksklusif untuk halaman pertama! serunya sambil berlari meninggalkan kami.” 🙂

Judul Indonesia: Pura-Pura Jadi Detektif
Pengarang: Sarah Manson
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 503 lembar
Cetakan pertama, September 2005

Advertisements

2 thoughts on “Playing James

Comments are closed.