Monumen Nol Kilometer yang Masih Terabaikan

Pada Oktober 2011 sahabat saya, Yus Mei, mengunjungi Monumen Nol Kilometer Indonesia di Sabang, Pulau Weh. Pada Februari 2012 ia menuliskan pengalamannya dalam blognya di sini. Berikut petikan tulisan sahabat saya tersebut: “Rasanya lega menapakkan kaki di tugu ini. Tapi sebersit kekecewaan menyergap ketika saya mengedarkan pandang ke sekeliling. Tugu ini terlihat begitu merana dan…

Sabang yang Santai Banget

15 Februari 2011. Pada tanggal itulah saya memproklamasikan diri ingin menjejakkan kaki di pulau nomor dua paling barat di negeri ini; Pulau Weh. Apa yang membuat saya tertarik ke sana? Sebagai beach hunter, jawabannya pasti sudah jelas; pantai dan lautan indah yang terdapat di pulau itu! 27 bulan setelah keinginan itu muncul, apa yang saya…

Bugdet 1,7 Juta ke Banda Aceh-Sabang-Medan

Selama saya memiliki blog, saya belum pernah berbagi mengenai bujet perjalanan yang saya lakukan. Nah, kali ini saya ingin membagi itinerary perjalanan ke ujung barat Indonesia, yakni Aceh dan Pulau Weh, plus Medan, yang saya lakukan bersama empat sahabat wanita saya sebulan lalu. Saya tidak bermaksud memamerkan seberapa tebal kocek saya hingga bisa melakukan trip…

Gempor, Deg-Degan, dan Kunang-Kunang

Siapa bilang short escape kurang menghasilkan kenangan dan pengalaman maksimal? Saya mengalami sendiri bagaimana melakukan perjalanan, yang sebenarnya destinasinya tidak terlalu jauh serta berdurasi pendek, memberi aneka cerita. Sabtu, beberapa bulan silam, saya ikut trip ke Cianjur. Semula tak ada rencana jalan ke sana. Tetapi beberapa hari sebelum hari H saya melihat penawaran trip lewat…

Can You Keep A Secret?

Aku tak bisa berhenti bicara. Tidak bisa berhenti. Setiap kali pesawat terguncang atau terlonjak, serentetan kata-kata menyembur begitu saja dari mulutku, seperti curahan air terjun. Pilihannya hanya bicara atau menjerit. Apa yang telah terjadi padaku? Biasanya ada semacam penyaring yang mencegahku menyemburkan semua yang sedang kupikirkan, yang membuatku berhati-hati. Tapi penyaring itu berhenti bekerja. Semuanya…

The Undomestic Goddess

Sekali merampungkan chicklit, akibatnya jadi keterusan. Inilah bacaan ringan karya Sophie Kinsella yang saya selesaikan setelah I’ve Got Your Number. Judulnya; The Undomestic Goddess. Chicklit ini sudah lama saya incar karena resensi di halaman belakang lumayan menarik perhatian. Saya membeli buku ini hampir setahun lalu, namun, teronggok begitu saja dalam tumpukan chicklit-chicklit lain. Sampai beberapa…

I’ve Got Your Number

Perkenalkan, Poppy Wyatt, tokoh utama dalam chicklit I’ve Got Your Number karya Sophie Kinsella. Poppy, wanita berusia 29 tahun, berprofesi sebagai ahli terapis. Ia dan kedua sahabat wanitanya membuka klinik fisioterapis First Fit Physio Studio. Poppy baru saja dilamar oleh kekasihnya, Magnus Tavish, dengan menggunakan cincin pertunangan istimewa peninggalan turun-temurun selama tiga generasi keluarga Tavish.…

What a Night in KL!

Saya melangkah dengan terseok-seok menjauhi Menara Kembar Petronas. Mata saya menatap nanar ke depan, sambil sesekali membetulkan tas Bapak yang semakin terasa membuat tangan pegal. Meski saya dan Bapak menenteng tas itu bersama, rasanya kian bertambah berat saja. Di depan, Akbar, Yus Mei, dan Krisna berjalan ringan. Saya mengutuki diri sendiri mengapa stamina saya begitu…