I’ve Got Your Number

Perkenalkan, Poppy Wyatt, tokoh utama dalam chicklit I’ve Got Your Number karya Sophie Kinsella. Poppy, wanita berusia 29 tahun, berprofesi sebagai ahli terapis. Ia dan kedua sahabat wanitanya membuka klinik fisioterapis First Fit Physio Studio.

Poppy baru saja dilamar oleh kekasihnya, Magnus Tavish, dengan menggunakan cincin pertunangan istimewa peninggalan turun-temurun selama tiga generasi keluarga Tavish.

Poppy mengira Magnus sebagai pria sempurna yang tepat untuknya meski mereka baru enam bulan berpacaran. Belakangan Poppy merasakan tekanan karena orangtua Magnus, Antony Tavish dan Wanda Brook-Tavish, tidak menyukai hubungan mereka selama ini. Orangtua Magnus juga tak mendukung rencana pernikahan mereka yang tinggal sepuluh hari.

Antony dan Wanda, keduanya bergelar profesor, merupakan akademisi ternama. “Mereka punya otak super. Mereka versi akademis The Incredibles.” Begitu pendapat Poppy menggambarkan keluarga tunangannya. Magnus sendiri bergelar Dr., dan bekerja sebagai dosen di King’s College London. Seperti kedua orangtuanya, Magnus kerap masuk televisi, menjadi pembicara di seminar-seminar dengan tema yang sulit dimengerti Poppy. Keluarga Tavish juga penulis buku.

Poppy acapkali merasa inferior ketika berhadapan dengan keluarga Tavish. Dengan latar belakang seperti itu, bisa dibayangkan betapa paniknya Poppy ketika menyadari cincin pertunangannya yang luar biasa spesial itu hilang sewaktu ia menghadiri jamuan Maria Curie Champagne Tea bersama teman-temannya.

Hari itu memang hari apes Poppy. Ia sudah mencoba mencari ke seluruh penjuru tempat jamuan diadakan, tetapi tak ada tanda-tanda keberadaan cincinnya. Ia kelimpungan berat. Parahnya, telepon seluler Poppy dirampas penjambret ketika ia mencoba mencari sinyal di luar hotel. Benar-benar mimpi buruk bagi Poppy, karena ia tak bisa hidup tanpa ponsel.

“Ponselku adalah bala kurawaku. Teman-temanku. Keluargaku. Pekerjaanku. Seluruh duniaku. Segala-galanya. Aku merasa ada orang yang telah menabut sistem life-suportku,” ujar Poppy sesaat setelah kehilangan ponselnya.

Tak diduga, ketika Poppy kembali ke lobi hotel tempat jamuan diadakan, ia menemukan sebuah ponsel di tempat sampah. Dengan bergegas ia mengambil ponsel tersebut, dan setelah bergumul sebentar antara benar-salah tindakannya, ia memutuskan menjadikan ponsel itu sebagai miliknya. Lagipula Poppy butuh ponsel baru agar semua kenalannya tetap bisa memberi perkembangan mengenai cincinnya yang hilang.

Sejak memegang ponsel temuan itu, hidup Poppy berubah. Ia menjadi Violet Russell, asisten pribadi Sam Roxton yang bekerja di biro konsultan White Globe Consulting Group. Violet dengan sengaja membuang ponsel perusahaan yang sekarang berada di tangan Poppy. Karena butuh ponsel itu, Poppy dengan sukarela meneruskan setiap pesan singkat, email, bahkan telepon yang masuk ke dalam ponsel tersebut kepada Sam.

Sam, petinggi di White Globe Consulting Group yang kaku dan hanya suka bicara soal bisnis, bukannya tak berusaha merebut ponsel itu. Namun akhirnya ia luluh. Jadi, semenjak itulah tercipta hubungan unik antara Poppy-Sam. Tanpa disadari keduanya berbagi hidup melalui ponsel tersebut. Contohnya saja, Sam membantu Poppy dalam hubungannya dengan Magnus dan keluarga Magnus, sementara Poppy membantu Sam mengatasi sebuah problem besar di kantor Sam.

Keduanya, yang semula merasa berbeda karakter dan sifat, perlahan menemukan kecocokan. Poppy pun memikirkan ulang hubungan serta rencana pernikahannya dengan Magnus. Di sisi lain, Sam berubah menjadi pribadi yang lebih santai berkat Poppy. Seperti itulah. Klise memang, tipikal Hollywood banget.

Akan tetapi, bagi saya, chicklit terbitan 2012 ini cukup menggoda. Saya dibuat tak berhenti membacanya sejak halaman pertama. Jalinan cerita yang tidak berbelit-belit tetapi mengundang rasa penasaran membuat I’ve Got Your Number jauh dari kata membosankan. Contohnya nih, dengan siapa sih Magnus berselingkuh? Mengapa orangtua Magnus tak menyukai Poppy? Siapa yang jadi tersangka kasus di kantor Sam? Dan akhirnya, apakah Poppy jadian dengan Sam?

Bagian terakhir chicklit ini sukses membuat saya geregetan 😉 Bagi Anda yang menyukai cerita romantis dengan suasana segar, I’ve Got Your Number wajib dibaca. Oya, saya merasakan kepuasan luar biasa setelah merampungkan bacaan ini. Bukan karena chicklit ini begitu wah, tapi lebih karena I’ve Got Your Number merupakan chicklit pertama yang saya baca setelah,…Well, let me see,… November 2010! Dalam kurun waktu itu, rasanya susah sekali menghabiskan sebuah chicklit. Dan lagi, believe it or not, I’ve Got Your Number saya beli dengan hanya Rp5000. Masih dalam kondisi segelan pula. Puas! 😀

 

Pengarang: Sophie Kinsella
Halaman: 572 lembar
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, Mei 2012
Alih Bahasa: Siska Yuanita

Advertisements