The World’s Largest Adult Playground

CETAAARRR… CEETTAAARRR... Suara cambuk yang dilecut berkali-kali oleh beberapa pria muda mengagetkan saya. Malam itu sekitar pukul 22-an lewat waktu Bangkok (sama dengan WIB), saya dan lima teman baru saja memasuki kawasan hiburan yang khusus diperuntukkan bagi mereka yang sudah dewasa. Usia berapakah yang tergolong dewasa itu? Saya tidak tahu, karena saya hanya menerjemahkan bebas dari nama kawasan hiburan yang menyuguhkan kenikmatan dunia itu; Nana Entertainment Plaza, The World’s largest Adult Playground.

Menurut wikipedia, Nana Entertainment Plaza (NEP) disebut-sebut sebagai kompleks yang menyuguhkan hiburan seks terbesar di dunia. Nana Plaza terkenal sebagai salah satu dari distrik lampu merah di Bangkok. Konon, selain di NEP yang berada di wilayah Sukhumvit, Patpong dan Pattaya juga terkenal dengan hiburan dunia malam yang hingar-bingar. Namun, NEP diklaim menjadi satu-satunya tempat di Thailand yang tidak pantas dikunjungi bersama keluarga. Hanya mereka yang sudah dewasa dan berniat mencari pemandangan visual yang erotis yang pantas masuk kawasan itu.

Bentuk fisik NEP merupakan gedung dengan tiga lantai. Di atrium tengah yang berbentuk persegi menjadi pusat aktivitas pengunjung. Karena saya hanya berkeliling dan melihat sekilas, saya tidak begitu paham apa saja ragam hiburan yang ditawarkan di NEP. Yang jelas, semua menawarkan kenikmatan duniawi sesaat. NEP penuh dengan bar dan cafe yang menyajikan berbagai jenis bir dan tontonan. Mulai dari live music hingga acara olah raga di televisi. Dan tentunya yang jadi sajian utama; hiburan yang berbau seks. Hampir di seluruh penjuru NEP dipenuhi wanita dengan pakaian minim dan sangat minim. Ada juga yang naked karena strip clubs bertebaran di NEP. Dan pastinya banyak pula lady boys yang super cantik nan seksi menggoda.

Mereka dengan vulgar menawarkan diri pada setiap pengunjung yang lewat di depan bar atau cafe di mana mereka beroperasi. Ada saja caranya, yang membuat saya risih untuk menatap mereka lama-lama. Salah satu usaha menarik pengunjung ditawarkan pria-pria muda dengan cambuk seperti yang saya tulis di awal. Saya enggan bertanya lebih lanjut pada teman rombongan, atraksi apakah yang ditawarkan pria-pria muda itu…

NEP malam itu cukup ramai dipadati pengunjung. Sekilas saya lihat mayoritas pengunjung merupakan warga asing. Ada yang memang datang untuk jadi ‘nakal’, ada pula yang hanya berkeliling melihat-lihat seperti saya 😛 Sebagai manusia yang seumur-umur belum pernah melihat langsung kawasan hiburan seperti di NEP, berkeliling di sana membuat saya gugup dan tidak nyaman. Agak gimana gitu rasanya he he he.. Saya juga mengurungkan niat mengambil foto. Malu, kata saya dalam hati.

Sebagai area red-light distric, tidak hanya NEP yang terletak di Sukhumvit Soi 4 yang menyuguhkan pemandangan penuh erotisme. Di sepanjang gang-gang lain di Sukhumvit juga dipenuhi wanita yang menjajakan diri secara terang-terangan. Jam operasinya nyaris 24 jam tanpa henti, meski paling heboh ya saat malam mulai datang. Tidak hanya wanita lokal, ada pula wanita asing yang ikut ‘jualan’. Hmmm.. Lady boys lagi-lagi tidak ketinggalan ikut pamer di pinggir jalan.

Sukhumvit juga dikenal sebagai kawasan yang tidak pernah tidur. Kala lewat tengah malam, jalanan yang pada siang-malam hari dipenuhi kaki lima yang menjual berbagai produk cenderamata, bahkan alat bantu peraga seks, beralih menjadi street bars yang menjual berbagai variasi minuman (keras). Kursi-kursi plastik ditata sedemikian rupa ditambah iringan musik berdentam-dentam (tapi ada pula yang memutar lagu boyband?!) dan lampu kerlap-kerlip yang dipasang sendiri, bar jalanan ala Sukhumvit pun tercipta.

Berbeda dengan di Indonesia yang mengilegalkan kawasan seperti NEP, Bangkok boleh jadi lebih modern. Terbukti NEP dipelihara sebagai salah satu tujuan wisata andalan yang memberi pendapatan bagi masyarakat lokal. Tidak ada polisi, tidak ada razia, dan sebagainya, membuat kehidupan malam di Sukhumvit cukup wild.

Meski lekat dengan dunia malam, kawasan Sukhumvit selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai negara dalam berbagai usia setiap harinya. Maklum Sukhumvit juga ternama sebagai kawasan kaum ekspatriat. Ketika saya menghabiskan dua malam di sana, saya selalu berjumpa dengan wisatawan asal Indonesia. Banyak pula dijumpai pendatang dari Timur Tengah karena di salah satu gang di Sukhumvit merupakan kampung dari kawasan negara kaya minyak itu.

Jika Anda ingin menikmati sisi lain Bangkok, tidak hanya berwisata wisata religi-budaya-sejarah, tidak adanya salahnya mampir di Sukhumvit. Menginap di sana cukup mudah karena banyak pilihan hotel dalam berbagai tipe dan range harga. Lokasi Sukhumvit juga sangat strategis bisa dijangkau dengan berbagai akses, seperti BTS dan MRT (Metro). Begitu sampai Sukhumvit kita bisa pula mengunjungi Siam Square dan Museum Madame Tussaud karena jaraknya tidak jauh.

Jadi, jangan sungkan ke Sukhumvit hanya karena kehidupan malamnya yang wild. Apalagi kalau memang tujuan Anda ke NEP untuk jadi ‘nakal’. Hanya, semua risiko ditanggung sendiri yak! 🙂

Advertisements

4 thoughts on “The World’s Largest Adult Playground

Comments are closed.