Berburu Jersey di Bangkok

Apakah Anda senang mengenakan jersey sepak bola tim kesayangan dan dalam waktu dekat berencana mengunjungi Bangkok, Thailand? Atau Anda ingin membelikan oleh-oleh jersey dari Thailand bagi keluarga, kerabat, atau sahabat? Jika ya, Anda tidak boleh melewatkan mendatangi pusat jersey yang ada di Bangkok. Tepatnya di Chula Soi (Jalan Chula) yang berada di area samping National Stadium.

Lokasi itu sudah tak lagi asing bagi sebagian kalangan. Sejak dulu, jejeran toko-toko kecil yang hanya menjajakan kostum olah raga, terutama sepak bola, itu sudah ternama sebagai lokasi terbaik untuk mendapatkan produk dengan harga miring.

Sebelum saya bertugas ke Bangkok bulan lalu, seorang senior di kantor menitip pada saya jersey home timnas Thailand. Jadilah di saat luang saya dan rombongan kecil meluncur ke area National Stadium untuk memenuhi pesanan itu. Kebetulan pula teman rombongan dari salah satu televisi swasta nasional ada yang bermaksud mengambil gambar di sana untuk tayangan acara sport yang diproduksinya.

Toko pertama yang saya masuki adalah Grand Sport. Toko yang namanya sesuai dengan brand yang dijualnya itu menjadi toko terbesar dibandingkan dengan toko-toko lain di sebelahnya. Grand Sport merupakan brand yang memproduksi kostum timnas Thailand, juga beberapa klub lokal di Negeri Gajah Putih. Untuk harga jersey di sini per potong rata-rata 795bath atau sekitar Rp262.350. Untuk jersey lengkap dengan nama pemain serta nomor punggung dibandrol lebih mahal mencapai 1000bath (sekitar Rp330 ribu).

Jika harga itu dirasa agak mahal, kita bisa akali dengan cara menyablon sendiri nama dan nomor punggung yang kita inginkan. Tetapi, untuk custom name ini tidak bisa dilakukan di sembarang toko. Hanya toko tertentu saja yang berani menyablon jersey timnas ataupun tim lokal Thailand, langsung di depan kita. Hal itu amat mungkin disebabkan larangan memproduksi jersey KW alias aspal. Dan yang membuat salut, aturan ini benar-benar ditegakkan di Bangkok.

Setidaknya saya lihat sendiri, tak ada satu pun jersey KW timnas Thailand atau klub lokal yang dijual di wilayah Sukhumvit, Bangkok, area di mana kami menginap. Kata rekan kantor, memang seperti itu aturannya. Jadi, jangan harap ada produk KW jersey timnas Thailand atau klub lokal karena aturannya memang ketat.

Nah, berkebalikan dengan aturan tersebut, deretan toko di Chula Soi gila-gilaan jika menyangkut jersey klub di luar Thailand. Mereka dengan santai menjual replika jersey, mayoritas dari klub di liga-liga Eropa, Argentina, dan Brasil, dengan segala macam variasinya. Meski ukuran toko-toko di Chula Soi tergolong kecil, tetapi jersey nonThailand yang mereka tawarkan cukup komplet. Tidak semua produk yang ada berada di display, namun kita bisa melihat ketersediaan jersey yang kita incar melalui gambar-gambar. Ingin yang jersey home atau away, musim apa, size berapa, dan sebagainya.

Bahkan, kostum lawas (lebih dikenal dengan istilah kostum “retro”) yang terbilang jarang diperoleh di Jakarta, bisa kita dapatkan di sini. Setelah membelikan pesanan senior di kantor, saya tak lupa membelikan sahabat saya Yus Mei, sebuah jersey retro tim favoritnya. Apalagi jika bukan MU, tepatnya kostum musim 1992! Lawas bener he he he..

Yang lebih bikin seru, kita bisa mencostum alias mengkreasi sendiri jersey tim favorit karena deretan toko-toko di Chula Soi menyiapkan kostum ‘kosongan’ alias masih bersih dari sablonan sponsor-sponsor resmi klub bersangkutan. Jadi misalnya nih, nama bank yang berada di bagian depan jersey Liverpool bisa kita ganti dengan airlines. Atau bahkan disablon dengan logo Garuda, karena koleksi sticker sablonan tergolong lengkap. Seingat saya, logo PSSI pun ada di sana! Kebayang jika usil kita bisa memakai kostum Juventus, misalnya, dengan logo PSSI di bagian depan… *kacau*

Dari segi harga, kostum sepak bola non klub Thailand dijual dengan harga kisaran 350bath (sekitar Rp115.500). Kata teman satu rombongan, harga itu tidak berselisih banyak dengan jersey KW yang dijual di Jakarta. Namun, dengan iming-iming bisa mengkreasi sendiri jersey favorit, kunjungan ke kawasan Chula Soi sayang dilewatkan bagi Anda yang gemar memakai jersey tim sepak bola.

Di salah satu toko, berkat bantuan seorang rekan rombongan, kami bisa mendapatkan potongan harga lumayan. Sedikit membuka rahasia, deretan toko di Chula Soi ini kerap jadi lokasi perkulakan orang Indonesia. Kala kami di sana, kami berjumpa dengan dua pria muda WNI yang sibuk berbelanja puluhan kostum untuk dijual kembali di Indonesia.

Selain di Chula Soi, Chatuchak Weekend Market bisa menjadi sasaran lain untuk berburu kostum incaran. Namun, di pasar yang hanya buka tiap akhir pekan itu kebanyakan jersey dijual dalam kondisi vintage alias lawas. Saya kurang ngeh, apakah kostum ini semacam barang sisa ekspor (kalau di sini istilahnya begitu) ataukah barang seken. Yang jelas, kondisinya sudah tidak relatif baru (tapi masih bagus dan bersih) serta mayoritas hanya ada satu size untuk tiap jenis kostum.

Jika kita melihat bagian yang tertera di mana kostum itu diproduksi, kita akan menemui jersey made in… yang jarang kita temui di Tanah Air. Ada made in Tahiti, Turki, dan lain-lain. Jersey yang bisa kita dapatkan di sektor vintage Chatuchak Weekend Market ini cukup variatif. Saya lumayan tergiur saat melihat display kostum yang warna-warni.

Ada kostum timnas Prancis warna putih dengan nama Zidane dan Djorkaeff di Piala Dunia 1998. Ada pula kostum AC Milan dengan nama Bierhoff, dan masih banyak lagi. Untuk jersey dengan nama+nomor punggung dibanderol 1200-1300bath (sekitar Rp396 ribu-Rp429 ribu) sedangkan tanpa nama+nomor punggung dijual lebih murah, kisaran 900-950bath (Rp297 ribu-Rp313.500)

Nah, silakan pilih sendiri hendak berbelanja di Chula Soi atau Chatuchak Weekend Market. Kalau isi dompet tebal, boleh saja menyambangi dua tempat itu. Selamat berburu jersey! 😀

Advertisements

2 thoughts on “Berburu Jersey di Bangkok

Comments are closed.