1000 Places To See Before You Die

“Life is not measured by the number of breaths we take but by the places and moments that take our breath away.”

Kalimat dari anonymous itu menjadi pembuka buku Patricia Schultz. Yup, yang judulnya 1000 Places To See Before You Die itu… Sebenarnya yang ngebet pingin beli dan baca buku ini adalah teman saya yang punya blog ini nih tapi kok malah saya yang akhirnya beli wkwkw.. Tapi tak apalah, namanya buku yang bertemakan wisata, selalu menarik untuk dibaca. Apalagi buku ini sudah jadi bestseller dan terkenal dari sononya.

Gara-gara ada 1000 tempat menarik di seluruh penjuru dunia yang dibahas, buku ini jadi lumayan tebal. Ada 974 lembar halaman hitam putih, bukan berwarna. Mirip buku pintar soal tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi…

Di bagian awal buku ini ada bagian introduction, yakni apa yang melatarbelakangi pemilihan 1000 tempat tersebut. Kata Patricia: “1000 Places To See Before You Die is my own personal short list of dream trips. Meski terkesan subjektif, tapi kebanyakan dari kita pasti manut-manut saja dengan list Patricia ini…

Lalu siapa ibu Patricia ini sampai kita nurut dan setuju saja dengan daftar yang dibuatnya? Patricia dikenal sebagai wanita yang gemar traveling sekaligus ahli dalam hal wisata. Setelah sukses membuat buku ini, dia juga menerbitkan seri lainnya yakni 1000 Places To See in the USA and Canada Before You Die, serta memproduseri sebuah acara wisata di televisi. Patricia juga menjadi salah satu juri dalam pemilihan 7 keajaiban baru Amerika. Butuh waktu hampir delapan tahun bagi Patricia untuk menyusun daftar 1000 tempat menarik yang akhirnya diterbitkannya menjadi buku 1000 Places To See Before You Die ini.

baca buku ini sambil ngemil tiramisu.. asyik :)

baca buku ini sambil ngemil tiramisu.. asyik 🙂

Buku ini memang lengkap. 1000 tempat-tempat yang dimaksud menunjuk pada kota, pulau-pulau, hotel, restoran, site (any physical location that’s not a town, island, hotel, or restaurant, seperti candi, museum, atau taman nasional), experiences (seperti mountain treks, historic walks, golf destinations, etc), dan terakhir adalah events (regulary scheduled programming seperti musik dan festival). Disertai pula lokasi, cost, serta waktu terbaik untuk mengunjunginya.

Daftar itu terbagi dalam delapan wilayah di penjuru dunia. Europe, Africa, The Middle East, Asia, Australia, New Zealand, and The Pasific Islands, The United States of America and Canada, Latin America, serta yang terakhir The Carribean, Bahamas, and Bermuda.

Untuk wilayah Asia Tenggara, daftar Indonesia kalah banyak jika dibandingkan dengan Thailand dan Vietnam. Indonesia di list Patricia diwakili Bali (island, experience), Four Season Resort @Jimbaran Bay (hotel), Ubud and The Amandari (town, hotel), Baliem Valley (site), Borobudur and The Amanjiwo (site, hotel), Yogyakarta (town, event), Lombok (island, hotel), Amanwana (island, hotel), dan Torajaland (event, experience, site).

Hmmm nampaknya memang kurang ya. Masih banyak banget tempat dan hal-hal menarik yang ada di Indonesia. Tapi, suka-suka Patricia dong he he he. Patricia menyebut Baliem sebagai one of the world’s last frontiers, sementara Lombok dibilangnya twenty minutes and twenty years from Bali…

Anyway, beruntunglah saya, dari 1000 tempat itu saya sudah mengunjungi tujuh diantaranya ha ha ha… Tetap harus disyukuri. Semoga masih diberikan kesehatan, rejeki, dan waktu untuk mengunjungi tempat-tempat yang direkomendasikan lainnya di buku ini.. Amien. Just like Mark Twain said: “Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn’t do than by the ones you did. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.”

 

Pengarang: Patricia Schultz
Workman Publishing Company, Inc
Jumlah halaman: 974 lembar
First printing, updated edition: February 2010

Advertisements