The Ex-Files

Ide brilian itu, mengumpulkan semua mantan-mantan kekasih dalam satu ruangan šŸ™‚ Seperti yang dilakukan Mark Hawkins, yang akan melangsungkan pernikahannya dengan Fay Parker. Mark mengundang dua mantan kekasihnya, Kate dan Jenna, untuk menginap dan menghadiri resepsi pernikahannya yang diadakan di sebuah kastil di Prancis.

Mengetahui calon suaminya mengundang mantan kekasihnya, Fay tak mau ketinggalan dengan ikut mengundang Rich dan Nat, mantan-mantan pacarnya. Lucunya, para mantan itu bersedia hadir memenuhi undangan sang calon pengantin.

Cukup seru membaca chicklit The Ex-Files karya Jane Moore ini. Ide ceritanya cukup segar dengan kekhasan chicklit yang tetap terselip; pria bertubuh indah, tampan, kaya, teman si tokoh wanita yang gay, dan tentu saja, hepi ending dengan jalinan cerita (sedikit) lucu dan kadang super romantis. Hmmm..

The Ex-Files ini sebenarnya tak hanya menyajikan cerita berkumpulnya para mantan tersebut dan kehebohan yang menyertainya, tapi juga pencarian akan sosok ‘the one’ yang diwakili oleh karakter Fay, Mark, dan Tony.

Fay, berprofesi sebagaiĀ  model yang lahir dan dibesarkan oleh ibunya setelah sang ayah kabur saat ibunya mengandung dirinya.

Dibesarkan dalam lingkungan tanpa sosok ayah (baca; pria) membuat Fay tumbuh menjadi gadis yang susah diatur dan dikendalikan serta keras kepala. Dari luar Fay tampak seperti wanita mandiri yang manis tetapi sebenarnya ia mempunyai perasaan tidak aman yang mengakar dalam dirinya yang membuatnya sangat tak percaya diri.

Fay selalu ingin menjadi pihak yang mengontrol, mengendalikan dalam suatu hubungan serta egois, dan mudah bosan. Karena sifatnya itu Fay selalu gagal membina hubungan jangka panjang dengan kekasihnya. Fay cenderung ‘salah’ dalam memilih pria yang mendampinginya. Mereka semua spesial, tapi bukan ‘the one’.

Itulah mengapa banyak orang terdekat Fay meragukan niatnya untuk melangsungkan pernikahan dengan Mark, kekasih Fay setahun terakhir. Dalam pandangan mereka Mark memang Mr. Nice Guy, sangat mencintai dan memuja Fay. Tapi Mark bukanlah pasangan yang sepadan untuk Fay. Pernikahan Fay dan Mark diprediksi tak akan bertahan lama.

The Ex-Files

Mark Hawkins, pria dari keluarga berada tapi tak mau menyombongkan diri dengan kekayaan orang tuanya. Meski memiliki gelar sarjana hukum tetapi ia lebih suka mengejar mimpinya menjadi seorang chef dan membuka restoran. Pernah menjalin hubungan dengan Jenna dan Kate sampai akhirnya bertemu dengan Fay. Menganggap Fay sebagai ‘the one’ dan melamarnya.

Tony Hawkins, kakak Mark yang gagal membina rumah tangga bersama istrinya, Melissa. Kegagalan pernikahannya itu menyisakan luka di hatinya sekaligus rahasia yang tak diungkapnya pada siapapun.

Semua karakter itu dijelaskan cukup gamblang dengan gaya penulisan menggunakan orang ketiga, seperti dalam chicklit For Better For Worse dan Last Chance Saloon. Saya sebenarnya tak terlalu menyukai gaya penulisan seperti ini. Peluang membuat saya bosan lebih terbuka karena biasanya penggambarannya terlalu detil. Terkesan ada jarak antara saya sebagai pembaca dan bukannya terlibat langsung dalam cerita.

Tapi saya bertahan saat membaca chicklit ini, apalagi kalau bukan demi mengetahui akhir ceritanya he he he.. Not bad lah. Ada kejutan di sana-sini yang lumayan seru, cukup menghalau rasa bosan. Saya pikir kita bisa mengambil pelajaran dari chicklit ini bahwa kadangkala kita harus bertemu dan bersama dengan orang-orang yang ‘salah’ untuk mengetahui siapa yang pada akhirnya tepat untuk kita…

 

Pengarang: Jane Moore
Judul Indonesia: Mantan-Mantan Tersayang
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 446 lembar
Cetakan pertama, Juli 2005

Advertisements