Perjalanan Terjauh Duo Edan

Menjadi sebuah keinginan serta kegembiraan bagi saya bisa mengajak Bapak jalan-jalan. Terutama, setelah Ibu meninggal dunia. Dengan kegemaran yang sama, Bapak dan saya sudah beberapa kali melakukan perjalanan bersama.  Dulu, kedua kakak saya pernah sekali menyebut saya dan Bapak sebagai Duo Edan, karena kenekadan kami, yang tiba-tiba saja bermotor ke sana ke mari. Sebenarnya, kami…

Nostalgia di Museum Prangko Indonesia

“Be like a postage stamp. Stick to one thing until you get there.”     Josh Billings “Apa kabarmu, Prangko?” Sapaan itu pantas kita ucapkan di tengah canggihnya teknologi masa kini. Perlahan-lahan, prangko tenggelam dalam hiruk-pikuk gadget yang menawarkan kemudahan berkomunikasi. Prangko, yang kata teman saya, merupakan pasangan abadi surat, jadi terlupakan. Di era smartphones saat…

Answer Me, 1997

“Nostalgia adalah ingatan yang memperindah ingatan. Ia bagian yang memperkaya hidup kita sekarang.”  -Goenawan Mohamad Jika Anda seperti saya, tumbuh sebagai ABG pada masa akhir 90-an, silakan tonton serial Korea yang berjudul Answer Me, 1997. Dari judulnya saja bisa ditebak, serial yang tayang di stasiun televisi berbayar TVN  ini, menceritakan sebuah kisah dengan setting tahun…

Bergidik di Rumah No. 58D

“Silakan lewat sini,” begitu ajakan ramah dari penjaga sekaligus pemandu di Museum Sasmitaloka Pahlawan Revolusi Jenderal Ahmad Yani. Dengan bergegas saya menuruti ajakannya dan menuju ke pintu belakang rumah pribadi Ahmad Yani yang sekarang beralih fungsi menjadi museum tersebut. “Mengapa tidak lewat pintu depan?” tanya saya kepada si pemandu. Pria asal Magelang itu menjawab dengan…

The Accidental Couple

Sudah pernah nonton If The Sun Rises in the West atau Notting Hill? Jika sudah maka serial The Accidental Couple punya inti cerita yang mirip dengan kedua film layar lebar tersebut. Dengan begitu, pasti sudah bisa menebak cerita The Accidental Couple berkisar mengenai apa. Yak benar, tentang kisah cinta dua orang yang beda status sosial.…

Empat Jam Menikmati Tarakan

Saya bangun dengan perasaan agak sedih karena hari ini jadwal kami bertolak kembali ke Tarakan. Waktu 3D2N di Kepulauan Derawan selesai hari ini. Bukannya, tak bersyukur, tapi seandainya bisa ikut trip yang 4D3N pasti bakalan lebih puas. Karena hanya berdurasi 3D2N saya tak kebagian jatah ke Pulau Nabucco, yang katanya juga luar biasa indah. Mau…

Dobel Bete di Sangalaki, Habis Napas di Derawan

Dari Kakaban ke Sangalaki memakan waktu sekitar 35 menit. Sesuai info yang saya peroleh lewat gugling atau dari cerita kakak yang baru saja dari Kepulauan Derawan, saya berharap banyak pada pulau yang terkenal dengan ikan Pari Manta-nya ini. Dari kejauhan, Sangalaki sudah terlihat indah. Pasir putih dengan crystal clear water. Di satu spot yang kami…

Asyiknya Berenang Bareng Ubur-Ubur

Oke, waktu di Pulau Maratua sudah habis. Kami segera kembali ke speedboat. Tujuan selanjutnya adalah ke Pulau Kakaban. Yup, pulau yang terkenal dengan ubur-ubur tak menyengatnya itu. Jarak tempuh Maratua-Kakaban tak begitu jauh, sekitar 20 menit. Berbeda dengan pulau lain yang jadi destinasi wisawatan di Kepulauan Derawan, Kakaban merupakan satu-satunya pulau yang tidak dihuni manusia…