The Innocent Man / Nice Guy: Balas Dendam Song Joong-ki karena Dikhianati

Bagi yang kepincut Moon Chae-won dalam Flower of Evil yang belum lama ini tamat, mungkin bisa beralih ke drama korea (drakor) lawasnya. Judulnya, The Innocent Man. Saat ini kamu bisa menontonnya di Netflix.

Saya sudah beberapa kali nonton The Innocent Man sejak kali pertama tayang pada 2012. Yap, drakor satu ini sudah rilis delapan tahun silam. Waktu itu sebetulnya bukan karena Moon Chae-won yang bikin saya tertarik nonton, melainkan karena lawan mainnya alias pemeran utama pria, Song Joong-ki. Saya salah seorang penggemar Joong-ki, sejak dia masih jadi member Running Man.

Cerita yang ditawarkan dalam 20 episode The Innocent Man sangat lumayan, bergenre melodrama dengan tema balas dendam yang kompleks.

Song Joong-ki berperan sebagai Kang Ma-roo, pria sederhana, baik hati, luar biasa tampan dan pintar, namun hidupnya penuh derita. Dia harus mengasuh adik perempuannya yang sakit-sakitan, Kang Choco, setelah sang ayah meninggal. Keduanya tinggal bersama sahabat Ma-roo, Park Jae-gil.

The Innocent Man menceritakan balas dendam Kang Ma-roo terhadap Han Jae-hee, yang menyeret Seo Eun-gi (diperankan Moon Chae-won) ke dalam pusaran konflik.

Kang Ma-roo digambarkan sudah naksir Han Jae-hee, yang lebih tua beberapa tahun darinya, sejak usia belasan. Jae-hee hidup dalam keluarga bermasalah sehingga sering kali minta perlindungan kepada Ma-roo. Bagi Jae-hee, Ma-roo adalah ‘rumahnya’.

Ma-roo dan Jae-hee jadian di bangku kuliah, Ma-roo berstatus mahasiswa di Fakultas Kedokteran dan Jae-hee mulai menekuni kariernya sebagai jurnalis televisi. Tragedi dimulai di sini. Saat mengungkap satu kasus, Jae-hee terpaksa membunuh narasumbernya yang hendak berbuat jahat kepadanya. Usaha pembelaan diri, tapi Jae-hee panik dan meminta Ma-roo datang ke TKP.

Melihat situasi, Ma-roo rela mengorbankan hidup dan kebebasannya demi wanita yang dicintainya. Alih-alih Jae-hee, Ma-roo yang menanggung pembunuhan itu. Ma-roo di penjara beberapa tahun atas kejahatan yang tak dilakukannya, demi sang pujaan hati.

Tapi, tak tahu diri, Jae-hee malah mengingkari janjinya untuk setia. Dia menjadi wanita simpanan Seo Jung-gyu, pria tua kaya raya pemilik Grup Taesan. Jae-hee ingin lepas dari kehidupan miskin dan mendapatkan status sosial tinggi, hidup nyaman bergelimang harta.

Ma-roo, yang masa depannya telah hancur setelah keluar dari penjara, terpaksa melakukan apa pun untuk menyambung hidup dan terutama, membiayai biaya perawatan Choco, bahkan hingga dia rela menjadi gigolo. 

Sampai suatu ketika, Ma-roo mengenal Seo Eun-gi, putri Seo Jung-gyu, pewaris Grup Taesan. Seo Eun-gi dingin, keras kepala, egois, dan arogan. Hubungan Eun-gi dengan sang ayah memburuk setelah Han Jae-hee masuk ke keluarga mereka.

Hal itu karena Jae-hee bakal jadi ibu tirinya, sementara usia keduanya hanya terpaut enam tahun! Eun-gi juga punya firasat Jae-hee bukan wanita baik-baik karena ingin mengincar harta dan kekuasaan.

Ma-roo, yang merasa dikhianati begitu dalam, lantas merancang strategi untuk balas dendam terhadap Jae-hee menggunakan Eun-gi. Ma-roo sengaja mendekati Eun-gi agar jatuh cinta kepadanya. Tak hanya ingin membuat Jae-hee cemburu, Ma-roo ingin Jae-hee sadar diri, tahu asal usulnya, bersedia ‘turun’ dari dunianya saat ini yang diyakini Ma-roo tak cocok buat Jae-hee.

Taktik Ma-roo berhasil. Eun-gi luluh dan jatuh cinta sepenuhnya pada Ma-roo, sampai berani meninggalkan sang ayah untuk bersama pria yang dianggapnya juga mencintainya. Eun-gi bahkan tak bersama ayahnya saat sang ayah meninggal dunia secara tragis akibat ulah Jae-hee dan pengacara jahat kepercayaan keluarga Seo.

Cerita tambah seru saat Eun-gi akhirnya tahu tujuan sebenarnya Ma-roo mendekatinya. Dendam dan cinta segitiga pun menghiasi bagian cerita selanjutnya. 

Satu tahun setelah kecelakaan mengerikan buah dari balas dendam Ma-roo, Eun-gi yang mengalami hilang ingatan dan perubahan kepribadian, kembali ke kehidupan Ma-roo. Pada tahap ini, Ma-roo, yang menyesal telah melibatkan Eun-gi dalam misi balas dendamnya, melakukan segala cara untuk melindungi Eun-gi dan Grup Taesan dari Jae-hee yang makin ambisius. Termasuk, jika ia harus kehilangan kebahagiaannya sendiri.

Itulah mengapa, drakor ini berjudul The Innocent Man aka Nice Guy. Menceritakan kisah pilu pria yang ‘tak bersalah’, pria yang super baik yang dikhianati begitu rupa sampai memaksanya menjadi apa pun untuk bertahan hidup. Meski begitu, jauh di dalam hatinya, dia bukan orang jahat, bukan monster. Ma-roo tetaplah Ma-roo, pria yang baik hati dan penuh kasih.

Saya suka drakor ini karena tema ceritanya yang agak berbeda. Balas dendam yang jadi bumerang buat pelakunya. Mungkin klise, tapi eksekusinya lumayan rapi. Jadi bikin segan untuk beranjak dan terus menonton episode demi episodenya.

Seperti yang saya bilang di awal, akting Joong-ki dan Chae-woon cukup apik. Saya suka chemistry keduanya, bagaimana akting mereka bikin saya menanti-nantikan adegan-adegan selanjutnya dengan penuh harap.

Park Si-yeon, yang memerankan Han Jae-hee, ikutan berakting bagus dalam drakor ini. Saya mengenal Si-yeon saat main bareng Lee Dong-wook di drakor My Girl. Lawas. 

Satu di antara scene yang paling mengena bagi saya dari The Innocent Man ialah adegan kecelakaan di terowongan yang super sedih. Latar belakang dari awal kejadian itu benar-benar ‘dalam’. Dari sisi Eun-gi mungkin sudah ‘terbaca’, dia melakukan itu karena sakit hati yang begitu dalam. Tapi, bagaimana dari sisi Ma-roo? Jawaban Ma-roo jelang akhir serial, bisa memberikan gambaran perihal keseluruhan cerita. 

Hal lain, melalui drakor ini kita juga diingatkan bahwa harta dan kekuasaan tak selamanya menjamin kebahagiaan. Lihat saja yang terjadi pada kehidupan Jae-hee, yang justru makin hancur karena memilih melepas cinta sejatinya.

Di luar jalinan cerita dan akting, saya bisa senyum-senyum geli, terutama saat melihat scene Ma-roo dan Park Jae-gil. Padahal, kebanyakan adegan yang melibatkan keduanya lebih ke scene-scene sedih mengharukan.

Ya, gimana enggak nahan tawa, kalau jatuhnya malah ingat aksi kocak keduanya pas di Running Man? Bagi yang belum tahu, The Innocent Man merupakan proyek pertama Joong-ki bareng Lee Kwang-soo setelah dia meninggalkan Running Man. Keduanya merupakan sahabat karib dalam kehidupan nyata. 

Oh ya, satu lagi, The Innocent Man juga diperkuat Lee Sang-yeob. Saat itu dia masih kebagian peran pembantu, sebagai pengacaranya Eun-gi. Di masa kini, Sang-yeob udah naik sebagai pemeran utama.

Kesimpulannya: Drakor ini layak tonton, apalagi buat penyuka melodrama. Belum lagi, Joong-ki ganteng banget, Chae-won cantik (sebelum jadi agak aneh belakangan ini?). 20 episode jadi jumlah yang pas untuk segera menekan ‘putar’ di Netflix.

  • Song Joong-ki as Kang Ma-roo
  • Moon Chae-won as Seo Eun-gi
  • Park Si-yeon as Han Jae-hee
  • Lee Kwang-soo as Park Jae-gil
  • Lee Sang-yeob as Park Joon-ha
  • Lee Yu-bi as Kang Choco
  • Jumlah episode: 20
  • Tayang di: KBS, 12 September-15 November 2012

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s