What a Night in KL!

Saya melangkah dengan terseok-seok menjauhi Menara Kembar Petronas. Mata saya menatap nanar ke depan, sambil sesekali membetulkan tas Bapak yang semakin terasa membuat tangan pegal. Meski saya dan Bapak menenteng tas itu bersama, rasanya kian bertambah berat saja. Di depan, Akbar, Yus Mei, dan Krisna berjalan ringan. Saya mengutuki diri sendiri mengapa stamina saya begitu…

Perjalanan Terjauh Duo Edan

Menjadi sebuah keinginan serta kegembiraan bagi saya bisa mengajak Bapak jalan-jalan. Terutama, setelah Ibu meninggal dunia. Dengan kegemaran yang sama, Bapak dan saya sudah beberapa kali melakukan perjalanan bersama.  Dulu, kedua kakak saya pernah sekali menyebut saya dan Bapak sebagai Duo Edan, karena kenekadan kami, yang tiba-tiba saja bermotor ke sana ke mari. Sebenarnya, kami…