What a Night in KL!

Saya melangkah dengan terseok-seok menjauhi Menara Kembar Petronas. Mata saya menatap nanar ke depan, sambil sesekali membetulkan tas Bapak yang semakin terasa membuat tangan pegal. Meski saya dan Bapak menenteng tas itu bersama, rasanya kian bertambah berat saja. Di depan, Akbar, Yus Mei, dan Krisna berjalan ringan. Saya mengutuki diri sendiri mengapa stamina saya begitu…