Daftar Rekomendasi Manga Shoujo Romantis Completed: Part 2

IMG_1225

Oke, sekarang beranjak ke Part 2 dari artikel Daftar Rekomendasi Manga Shoujo Romantis Completed. Untuk Part 1, silakan dibaca di sini, untuk mengetahui apa saja daftarnya dan ulasan singkatnya.

Manga-manga yang ada dalam daftar, semuanya sudah saya baca, bahkan ada yang saya baca berkali-kali. Jadi, daftar rekomendasi ini, tentu saja, berdasar penilaian dan pengalaman personal. 

Oya, nomor dalam daftar tidak mengindikasikan urutan favorit karena saya suka semua manga dalam daftar rekomendasi ini. Juga, tunggu part selanjutnya yak.

So, inilah Daftar Rekomendasi Manga Shoujo Romantis Completed: Part 2. 

takane_fotor-4

6. Takane To Hana (Takane and Hana)

Chapter: 115

Tahun rilis: 2014

Tahun tamat: 2020

Status: Parental Guidance Suggested

Author: Yuki Shiwasu

Suka banget sama manga satu ini. Selain genre komedi romantis, Takane To Hana masuk genre age gap. Yap, selisih usia tokoh utama wanita dan prianya lebih dari 10 tahun. Dan saya termasuk yang enjoy membaca manga genre age gap. Yah, meski terkadang ada 1-2 judul yang bikin alis terangkat… 

Lain waktu, coba saya bikin artikel manga dengan genre age gap yang layak dibaca karena cukup banyak yang menarik. 

Kembali ke Takane To Hana, saya suka manga ini karena karakter tokoh utama wanita, Hana Nonomura, dewasa banget, kendati berusia 16 tahun. Berbeda dari FL di manga yang karakternya ‘enggak banget’. Dalam beberapa kesempatan, Hana menunjukkan karakternya yang matang dan berani. Jarak 10 tahun dengan Takane Saibara, sang tokoh utama pria, jadi tak terasa. Hana bisa mengimbangi dan bahkan jadi inspirasi bagi Takane yang punya karakter eksentrik.

Hana dan Takane kali pertama ketemu dalam ‘miai’ atau acara perjodohan. Hana hadir menggantikan sang kakak yang nggak bersedia ikut miai itu karena sudah punya pacar. 

Hana terpaksa berdandan layaknya wanita dewasa seperti sang kakak. Namun, tentu tak butuh waktu lama buat Takane mengetahui kalau calon istrinya dari perjodohan itu baru 16 tahun aka anak SMA kelas 1.

Alih-alih membatalkan miai tersebut, Takane memilih melanjutkan hubungan dengan Hana, yap karena sudah kepincut duluan sama kepribadian Hana yang justru cuek berat dengannya. Takane, yang datang dari keluarga tajir plus manja, arogan, dan tak terbiasa menerima penolakan, dibuat penasaran dengan sikap Hana yang masa bodo dengannya. T

akane pun melancarkan jurus demi jurus untuk menaklukkan Hana, cuma demi egonya, kasih lihat kalau dia bisa bikin cewek siapa pun bertekuk lutut. Ujung-ujungnya, dua-duanya saling suka dan menemukan cinta dalam diri satu sama lain. 

Dari segi chapter memang agak panjang, 115, tapi saya enjoy membacanya karena ceritanya bikin gemas.

Sebagai informasi, manga ini sudah diangkat ke live-action television series dan drama CD.

Yang bikin senang: Karakter Hana, yang girl power banget. Dia pemberani, tegas, tahu apa yang dia inginkan, dan speak for herself. Itu makanya sejak awal, Takane nggak pernah melihat Hana sebagai ‘anak kecil’. Mereka sejajar, meski secara umur terpisah jarak jauh serta memilki sifat dan latar belakang keluarga yang bertolak belakang. Hal lain, di manga ini banyak komedinya, yang bikin ngakak. Wajib dibaca.

suki tte_Fotor

7. Suki tte li na yo (Say I Love You)

Chapter: 72

Tahun rilis: 2008

Tahun tamat: 2017

Status: Prohibited for persons under 18

Author: Kanae Hazuki

Manga kecintaan yang berikutnya ialah Suki tte li na yo atau dalam versi Inggris berjudul Say I Love You. Membaca 72 chapternya terasa singkat, saking asyiknya menyelami kisah Mei Tachibana dari masa SMA hingga berkeluarga. Upss maaf, spoiler. 

Mei Tachibana terbiasa menerima bully dari teman-teman semasa SMP yang berlanjut hingga awal SMA. Jadi objek perundungan, Mei tak punya teman karena ia tak percaya lagi dengan orang lain. Dari luar, ia terkesan gloomy, anti-sosial, jarang bicara, clumsy karena dia memang sengaja menutup diri. Padahal sebenarnya Mei sosok yang baik hati, pengamat, suportif, dan gadis yang lucu.

Sampai suatu ketika dia berontak saat di-bully teman SMAnya, yang membawanya kenal dengan cowok paling populer di sekolahnya, Yamato Kurosawa.

Yamato, yang langsung tertarik dengan Mei karena Mei berbeda dengan cewek-cewek yang mengejarnya selama ini, berusaha berteman dengan Mei. Pada awalnya, Mei bersikap dingin terhadap Yamato. Tapi, ada kejadian yang lantas membuat Mei dekat dengan Yamato. Yamato pun jatuh cinta sama Mei. 

Singkat cerita, Mei menerima cinta Yamato dan keduanya jadian. Tentu hubungan keduanya tak langsung mulus karena kepribadian Mei dan Yamato beda banget. 

Kisah Mei dan Yamato berakhir dengan mereka menikah dan punya momongan, setelah pacaran 9 tahun lamanya, sejak SMA dan masa kuliah. 

Suki tte li na yo (Say I Love You) sudah diadaptasi ke anime dan film.

Yang bikin suka: Ada beberapa yang hal membuat saya jatuh hati sama Suki tte li na yo (Say I Love You). Yang pertama, karakter Mei dan Yamato. Dari awal, kita diajak melihat perjalanan Mei dalam pencariannya jati dirinya. Perkembangan Mei sangat menarik diikuti.

Yamato, yang selalu ada di samping Mei dalam proses itu, juga satu di antara karakter yang oke di manga ini. Dia tak sempurna, dan juga bertumbuh bersama Mei. Namun, dialah yang mengangkat Mei dari dunia yang gloomy. Yamato selalu menempatkan Mei di atas segalanya. Bukan bucin sih. Yamato kalem banget orangnya, cakep (potongan rambutnya keren haha). Meski dia pujaan gadis-gadis, Yamato tak pernah merasa lebih dari yang lain. 

Teman-teman Mei dan Yamato, dari SMA yang sama, juga memiliki karakter masing-masing, yang membuat manga ini lebi berisi. Oya, label ‘smut’ dicantumkan dalam manga ini (via Batoto), karena di beberapa bagian menceritakan dan menggambarkan hubungan seks. Smut level ringan kok… 🙂 

bambi_Fotor

8. Bambi to Dhole (Bambi dan Dhole)

Chapter: 22

Tahun rilis: 2013

Tahun tamat: 2015

Author: Okaue ai

Hidden gem! Kata-kata itu pas buat menggambarkan Bambi to Dhole. Manga ini tidak sepopuler yang lain, tapi bagus banget. Meski menyajikan kisah anak SMA, Bambi to Dhole bukan shoujo romantis anak SMA biasa.

Bambi to Dhole menceritakan sosok Tobe Yukimi, anak SMA yang juga anggota Komite Disiplin Sekolah. Dari luar dia sosok yang keras, tegas. Tetapi, sebenarnya dia rapuh, insecure karena merasa tak memiliki tempat di dunia ini, dan punya jiwa pemberontak.

Selama ini Yukimi berusaha mencitrakan dirinya sebagai anak baik, di lingkungan sekolah maupun keluarga. Semua karena akar pahit dalam hidupnya. Dia ditelantarkan orang tua kandungnya dan lantas dirawat orang tuanya saat ini, yang mengadopsinya dari panti asuhan. 

Suatu ketika, pas merokok di rooftop sekolah, dia ketahuan Tetsu Nagasawa, cowok baru di kelasnya. Sejak awal Nagasawa terlihat sebagai sosok misterius karena berusaha menjaga jarak dengan teman-teman di sekolah barunya. Rupanya, Nagasawa punya rahasia besar. Dia berstatus ayah dari anak berusia 2 tahun!

Yukimi tahu rahasia itu dan karena mereka bertetangga, lama kelamaan Yukimi dekat dengan keluarga kecil Nagasawa (anak dan neneknya). Kedekatan itu membuat Yukimi mulai membuka diri. Yukimi banyak mendapat inspirasi dan masukan dari Nagasawa, yang sifatnya lebih dewasa dari anak seusianya. Meski, Nagasawa sebenarnya juga menyimpan akar pahit.

Saat bersama Nagasawa, Yukimi bisa menjadi diri sendiri seutuhnya. Yamato juga berhasil menghancurkan benteng yang dibangunnya sendiri, untuk move on dan menghadapi masa depan karena bagaimanapun, hidup terus berjalan.

Hubungan Yukimi dan Nagasawa terasa lebih ke platonik. Keduanya saling melindungi dan menjaga, terikat ke satu dengan yang lain dengan cara yang indah. Tapi, ujunganya ya platonik romantis. Nah, lo haha. 

Yang bikin senang: Terlepas dari sexual story (hubungan seks yang dilakukan Nagasawa saat SMP dengan orang yang jauh lebih tua dengannya), manga ini mengandung bawang sekaligus heartwarming. Disajikan dalam 22 chapter saja, Bambi to Dhole menyajikan slice of life yang padat dan bermutu. Enggak bertele-tele. Plot-nya mengundang penasaran, ending-nya juga bagus, tanpa kesan berlebihan. Satu lagi, Raichi (anak Nagasawa) lucu banget bikin gemas maksimal!

houkago_Fotor

9. Houkago, Koishita (I Fell In Love After School)

Chapter: 32

Tahun rilis: 2017

Tahun tamat: 2020

Status: Parental Guidance Suggested

Author: Haruka Mitsui

Houkago, Koishita menjadi bacaan yang pas banget buat anak remaja. Sweet seperti tokoh utama wanitanya, Hayama Kao. 

Hayamo Kao, kelas 1 SMA, merupakan manajer sementara tim voli di SMAnya. Dia terpaksa menjadi manajer karena dipaksa sang kakak, yang berstatus alumnus sekaligus pelatih tim voli tersebut.

Selama ini Kao mendambakan keberadaan yang akan membuat orang memperhatikannya. Dia merasa tak bersinar, tidak memiliki kemampuan/bakat apa pun yang membuatnya merasa ekstistensinya dihargai.

Satu di antara tugas Kao sebagai manajer adalah membujuk Kuze Nagisa, cowok seangkatannya, untuk masuk tim voli. Kuze jagoan voli, tapi dia enggan masuk tim dan bahkan berniat meninggalkan voli. Kao berusaha keras membujuk, sampai akhirnya Kuze memutuskan gabung tim voli karena hatinya tersentuh melihat upaya Kao. 

Kuze, yang suka menggoda Kao, mengetahui Kao minderan alias berkecil hati. Lewat caranya sendiri, Kuze membantu Kao menemukan kenyamanan dan kepercayaan dalam dirinya. 

Yang bikin suka: Ceritanya simpel, tapi enggak datar. Saat baca, mengingatkan saya pada Namaikizakari (soal manga satu ini akan saya bikin tersendiri, nunggu tamat dulu). Lalu, meski diwarnai story klise ‘2nd male/female jatuh cinta pada MC (Main Character)’, di manga ini perangai cowok keduanya sangat oke. Nggak sampai bikin ruwet/kompleks yang bisa memicu kejengkelan. Satu lagi, tak hanya story-nya, saya juga menyukai art dalam Houkago, Koishita. 

taiyou_Fotor

10. Taiyou no le (House of the Sun)

Author: Taamo

Chapter: 53

Tahun rilis: 2010

Tahun tamat: 2015

Pure gold! Mungkin itu dua kata yang pas buat menggambarkan manga satu ini. Kalau mau satu kata: Masterpiece. Meski tetap berbau romantis, Taiyou no le lebih kuat slice of life-nya ketimbang cerita cinta-cintaan eros. Lebih mengedepankan cinta philia, agape, dan storge.

Kisah hidup Mao Motomiya (FL) dan Hiro Nakamura (ML) dikemas begitu indah dan sangat menyentuh. Dua orang MC ini punya kisah hidup saling melengkapi. Mao butuh ‘tempat’ di mana dia merasa keberadaannya tak terlupakan, dan tempat itu, Hiro yang menyediakannya. 

“I didn’t have home anymore. There was nowhere for me to call my own. No one was waiting for me, and i was no longer important to anyone.” (Mao Motomiya)

Back in the day, that place was a house filled with magic – a place where you ended up smiling even if you were crying. Surely, an invisible wizard must have lived there. Or so I thought.” (Mao Motomiya)

Keluarga Mao dan keluarga Hiro sudah bersahabat sejak lama. Hiro sulung dari tiga bersaudara. Nasib tragis menimpa keluarganya, ayah dan ibunya meninggal dalam kecelakaan mobil, saat Hiro masih berusia belasan dan dua adiknya masih kecil.

Akibatnya, kedua adiknya harus diasuh oleh kerabat mereka di dua kota terpisah. Sedangkan Hiro, tetap di rumah, bertahan dalam kesendirian, menanti sekian tahun agar dua adiknya bisa pulang dan rumah peninggalan orang tua mereka kembali hangat seperti saat orang tua mereka masih hidup.

Sambil berusaha memulangkan kedua adiknya, berkumpul bersama dalam satu atap lagi, Hiro hidup serumah dengan Mao, teman masa kecilnya yang usianya sepantaran adik cowoknya (selisih tujuh tahun). 

Sejak kecil, Mao punya hubungan unik dengan Hiro. Mao, yang membutuhkan kehangatan rumah (keluarga) setelah orang tuanya bercerai dan sang ayah menikah serta punya anak lagi, mengiyakan tawaran Hiro untuk tinggal di rumahnya.

Cerita pun bergulir dengan menarik. Bagaimana Mao harus memperbaiki hubungan dengan sang ayah, juga memastikan perasaannya terhadap Hiro. Begitu pula Hiro. Ia berjuang mengumpulkan adik-adiknya yang saling terpisah dengan dukungan Mao.

Taiyo no le wajib dibaca. Bagus banget. Sebagai bukti, Taiyou no le berhasil menyabet gelar manga shoujo terbaik 2014 pada Kodansha Manga Award ke-38.

Yang bikin suka: Ceritanya membumi, dikemas secara sederhana namun cantik, apa adanya. Semua karakter pengisi ceritanya oke, berani menghadapi kekurangan masing-masing dan bertransformasi menjadi lebih baik, nggak ada villain di sini. Age gap antara 2 MC di manga ini juga kesannya smooth banget. 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s