'boys over flowers' versi jepang

Hana Yori Dango

Hana Yori Dango ini release tahun 2005. Meski terbilang jadul, dorama (japanese tv series) ini masih asyik buat ditonton. Teramat asyik hingga saya sudah nonton berulang kali dan belum merasa bosan. Saya bahkan punya dua kaset DVD-nya buat jaga-jaga seandainya kaset yang satu rusak saking seringnya diputar, tidak kelimpungan musti beli lagi. Maklum bajakan, ndak bisa diandalkan kualitas tahan lamanya.

Pokoknya tidak rugi nonton dorama yang satu ini. Selain singkat, sembilan episode saja, menurut saya Hana Yori Dango versi Jepang ini yang paling bagus dibanding versi Taiwan (Meteor Garden), Korea (Boys Before Flowers), dan belakangan versi Cina (Meteor Shower).

Jujur saja kali pertama nonton bisa dibilang saya tak terlalu suka. Terasa sangat ‘Jepang’. Yang sudah terbiasa nonton dorama pasti paham maksud saya. Dorama menurut saya kadangkala terasa ‘kaku’. Ditambah para pemainnya yang juga kadang kurang populer disini membuat dorama kalah tenar dibanding serial Korea dan Taiwan.

Dasar kurang kerjaan, meski tak begitu suka tapi tetap saja nonton lagi untuk kedua kalinya :) Nah, baru saya ngeh kalau dorama ini asyik abis.

Yang membuat Hana Yori Dango ini jauh lebih menarik dibanding pendahulunya, Meteor Garden (MG), dan adiknya, Boys Before Flowers (BBF), tak lain tak bukan adalah originalitas cerita. HYD dibuat semirip mungkin dengan komik aslinya meski tetap ada penyesuaian di beberapa bagian ceritanya. Namanya juga diadaptasi dari komik. Tapi paling tidak tak seperti MG dan BBF yang kendati basic story-nya sama namun diubah disana-sini membuat episodenya panjang. Apalagi MG 2 yang ceritanya super ngawur. Sudah ngawur, panjang pula episodenya.

Seperti yang tadi sudah saya singgung, episode HYD hanya sembilan saja. Sepengetahuan saya rata-rata dorama memang singkat episodenya. Beda dengan serial Taiwan dan Korea yang bisa panjang banget.

Back to HYD, karena singkat, nontonnya juga enak. Ditambah akting Inoue Mao dan Matsumoto Jun yang memerankan dua tokoh utama sangat pas. Casting paling berhasil untuk karakter Makino Tsukushi dan Domyouji Tsukasa dari semua versi yang diangkat dari komik karangan Yoko Kamio ini.

Inoue Mao yang cantik itu mampu menyelami karakter Makino; cewek miskin namun punya semangat rumput liar. Penuh rasa setia kawan, tangguh, tapi juga lembut.

Sedangkan karakter Domyouji yang semaunya sendiri, sedikit manja, serta keras kepala namun sebenarnya cowok yang kesepian nan romantis (haiyah), diperankan dengan baik oleh Matsumoto Jun. Rambut keriting khas Domyoujinya juga ‘dapat’, kelihatan asli. Beda dengan versi Korea yang terlihat wagu gitu. Sayang ,mas Jun ini agak kurang tinggi menurut saya untuk peran Domyouji. Tapi, kekurangan itu tertutup dengan permainan aktingnya yang oke.

Sementara akting Matsuda Shota pemeran Nishikado Sojiro dan Abe Tsuyoshi pemeran Mimisaka Akira, personil F4 lainnya, terlihat biasa saja. Nama-nama mereka juga masih asing bagi saya. Untuk karakter Hanazawa Rui dimainkan oleh Oguri Shun, yang lagi-lagi tak lebih bagus dari Vic Chou di MG. Kurang ‘dingin’ dan misterius gitu. Sebaliknya, Hanazawa Rui di HYD ini cukup senang tersenyum pada Makino.

Meski begitu sebagai sebuah paket dorama, HYD ini sungguh menghibur. Kocak dan romantis. Mengenai inti ceritanya saya pikir sudah pada tahu kan? Hampir sama kok dengan versi yang lain, tapi tentu saja ada perbedaannya.

Pada HYD saat teror ibu Domyouji mulai merajalela (lebai lagi), kakak perempuan Domyouji mengusulkan ide agar Makino mengikuti Top of Japan, semacam pemilihan putri-putrian gitu. Jika Makino berhasil menjadi juaranya, maka ibu Domyouji harus merestui hubungan anak cowoknya itu dengan Makino (episode 8).

HYD ditutup dengan kepergian Domyouji ke New York untuk kuliah (episode 9). Selanjutnya HYD dilanjutkan dengan HYD 2 yang release tahun 2007.

One thought on “Hana Yori Dango

Comments are closed.